Menurut SK Menteri Perindustrian

Selain panduan yang diberikan oleh Depkes, Departemen Perindustrian yang terkait langsung dengan kegiatan di industri juga telah memberi arahan tentang bahan B3 dan cara pengelolaannya, melalui SK Menprind No. 148/M/SK/4/1985. tentang Pengamanan Bahan Beracun dan Berbahaya di Perusahaan Industri .
Pengelompokan bahan B3 berdasarkan keputusan tersebut meliputi :
a. Bahan beracun (toxic).
Pengertian beracun karena bahan tersebut dapat langsung meracuni manusia atau mahluk hidup lain. Sifat keracunan tersebut dapat terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Bila sampai masuk ke lingkungan, di lokasi pembuangan yang tidak terkontrol, bahan beracun ini dapat tercuci serta masuk ke dalam air tanah sehingga dapat mencemari sumur penduduk di sekitarnya dan berbahaya bagi penduduk yang menggunakan air tersebut.

b. Bahan peledak & Mudah meledak.
Bahan ini berbahaya selama penanganannya, baik pada saat pengangkutannya maupun saat pembuangannya, karena,bahan ini dapat menimbulkan reaksi hebat dan dapat melukai manusia serta merusak lingkungan sekitarnya.

c. Bahan mudah terbakar/menyala.
Bahan ini berbahaya bila terjadi kontak dengan bahan lain yang panas, rokok atau sumber api lain karena dapat menimbulkan kebakaran yang tidak terkendalikan baik saat pengangkutan,di lokasi penyimpanan/pembuangan seperti di landfill. Disamping mudah menyala/terbakar, bahan ini umumnya kalau sudah menyala akan terbakar terus dalam waktu yang lama, seperti sisa pelarut yang meliputi benzene, toluene atau aseton yang berasal dari pabrik cat, pabrik tinta, serta kegiatan lain yang menggunakan bahan tersebut sebagai pelarut.

d. Bahan oksidator dan reduktor
Bahan pengoksidasi ini berbahaya karena dapat menghasilkan oksigen sehingga dapat menimbulkan kebakaran, seperti sisa bahan yang banyak digunakan di laboratorium seperti magnesium, perklorat dan metil metil keton (MIK);

e. Bahan korosi / iritasi
Bahan penyebab korosif (corrosive waste) ini berhaya karena dapat melukai, membakar kulit dan mata.
Bahan yang termasuk ini mempunyai keasaman (pH) lebih rendah dari 2 atau lebih besar dari 12,5, dapat menyebabkan nekrosia (terbakar) pada kulit atau dapat menyebabkan karat.
Contoh bahan ini, antara lain :
- asam cuka, asam sulfat yang biasa digunakan untuk membersihkan karat pada industri baja;
- bahan pembersih produk metal sebelum dicat;
- asam untuk proses pickling pada industri kawat.

f. Gas bertekanan.

g. Bahan radioaktif.
Yaitu bahan yang dapat mebyebabkan terjadinya radiasi pada makhluk hidup.
Bahan beracun dan berbahaya lainnya yang ditetapkan oleh Menteri Perindustrian.
Sebagian dari daftar bahan berbahaya dan beracun tercantum pada lampiran keputusan tersebut.