Permasalahan Sungai

Permasalahan sungai perlu mendapat perhatian karena Kota Surabaya dilalui oleh aliran sungai Brantas yang sangat penting bagi kelangsungan hidup Kota Surabaya. Sungai mempunyai berbagai fungsi yang sangat vital, yaitu sebagai penyedia bahan baku kebutuhan air minum, fungsi rekreasi, fungsi komunikasi, dan konservasi (ekosistem air sungai). Aliran air permukaan di Kota Surabaya dimulai dari Dam Mlirip (Kabupaten Mojokerto), kemudian melewati Sidoarjo, Gresik, akhirnya sampai sampai di Dam Jagir Wonokromo (Surabaya). Di Dam Jagir, aliran air terpecah menjadi dua, yaitu Kalimas yang mengalir ke utara sampai pelabuhan dan Kali Wonokromo yang mengarah ke timur sampai Selat Madura.
Ketiga sungai ini mempunyai fungsi yang berbeda. Kali Surabaya, fungsi pokoknya untuk menyediakan bahan baku air minum (PDAM) bagi masyarakat kota, disamping juga menyediakan air untuk proses produksi. Sedangkan Kalimas dan Kali Wonokromo fungsi pokoknya adalah untuk drainase kota, kegiatan perikanan, peternakan, mengaliri tanaman, serta pariwisata air. Oleh karena itu keberadaan sungai di Kota Surabaya perlu dijaga kelestariannya. Caranya antara lain dengan menjaga dari timbunan sampah, menjaga fungsi sempadan sungai sebagai daerah lindung, menjaga dari aliran limbah dan zat berbahaya lainnya yang akan merusak ekosistem air sungai, dan sebagainya.
Kondisi sungai dan kualitas air di Surabaya saat ini agak memprihatinkan, karena pendangkalan dan beban pencemaran yang tinggi dari kegiatan industri/usaha. Penanganannya, Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya telah melakukan monitoring secara berkala dengan pengambilan sampling air sungai dan uji lab untuk mengetahui baku mutu kualitas air. Selain itu, juga dilakukan upaya revitalisasi dengan jalan pembersihan dari sampah dan pengerukan endapan sungai.