Kota Surabaya memiliki kedudukan yang sangat strategis dan menjadi pusat pengembangan indonesia timur, Dinamika dan aktivitas kota yang sangat tinggi memacu terjadinya perkembangan kota yang sangat cepat yang akan menimbulkan masalah-masalah lingkungan salah satunya perlu adanya Lubang Resapan Biopori (LRB), hal ini karena wilayah Kota Surabaya sudah agak turun permukaan tanahnya, salah satunya disebabkan oleh eksploitasi air tanah besar-besaran, dan ini hasil riset dari Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.  Dari  manfaat biopori juga banyak sekali, diantaranya adalah mencegah genangan air, tempat pembuangan sampah organik, menyuburkan tanaman, dan sebagai upaya konservasi air. Di daerah Perkotaan Seperti Surabaya, keberadaan pepohonan, semakin tergusur oleh bangunan-bangunan sehingga area resapan tanah menjadi semakin langka.

Konfirmasi pelaksanaan pembuatan lubang biopori merupakan instruksi langsung dari Walikota Surabaya. Dengan menunjuk Dinas Lingkungan Hidup Surabaya sebagai pelaksana. Dan dilaksanakan sosialisasi lubang biopori di kantor kecamatan jambangan dan kantor kelurahan Klampis Ngasem. Mengundang para kader dari semua Kelurahan (yang mewakili Surabaya selatan, Surabaya barat, Surabaya timur dan Surabaya utara) di kota Surabaya.  Dalam pembuatan biopori Dinas Lingkungan Hidup didampingi beberapa narasumber  diantaranya dari anggota DPRD Surabaya, Ibu Winarsih pemenang Kalpataru Tk. Propinsi dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Prop. Jatim.

Kegiatan ini merupakan langkah awal Dinas Lingkungan Hidup Surabaya dalam menginformasikan akan pentingnya pembuatan lubang biopori di wilayah masing-masing kelurahan. Konfirmasi adanya pembuatan lubang biopori diutamakan di jalan utama, seperti di taman pusat kota, dan pemukiman.  Untuk peralatan pembuatan lubang telah disiapkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, mulai dari mesin bor, pipa paralon, penutup, dan peralatan lainnya.