Kepala DLH Kota Surabaya, Drs Eko Agus Supiadi Sapoetro MM, mengatakan program penghargaan Kalpataru ini merupakan program tahunan yang diadakan di tingkat kota. Pada tahun 2018 ini hanya ada dua kategori penghargaan Kalpataru yang diberikan kepada warga Surabaya yang masuk dalam nominasi. “Dua kategori tersebut adalah kategori Perintis Lingkungan dan kategori Pembina Lingkungan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pada tahun ini ada delapan nominator warga Kota Surabaya yang berpeluang untuk menerima penghargaan ini. Dari delapan nominator penghargaan Kalpataru tersebut, salah satunya adalah Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD.

Pada kesempatan ini, Joni Hermana dinominasi atas kiprah dan jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup sebagai warga Kelurahan Keputih, Kota Surabaya.

Kepala DLH Kota Surabaya menjelaskan, selain Joni Hermana juga terdapat 7 nominator lain yang berkesempatan menerima dua kategori penghargaan Kalpataru pada tahun ini.

Untuk kategori Pembina Lingkungan, penghargaan diberikan kepada Joni Hermana yang juga menjabat sebagai Rektor ITS. Sebagai warga Kelurahan Keputih, pria yang juga akrab disapa Joni itu memang sejak tahun 2000 banyak berkiprah dalam membantu berbagai masalah lingkungan di kota Surabaya maupun di tingkat nasional. Terutama dalam bidang sanitasi, daur ulang air limbah domestik, pengelolaan persampahan kota dan juga pembangunan berkelanjutan. Perannya dalam turut aktif membina dan menyosialisasikan masalah-masalah lingkungan kepada warga dan masyarakat inilah yang kemudian mendapat apresiasi dari pemerintah Kota Surabaya.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya  menggelar penganugerahan kalpataru tingkat kota Surabaya tahun 2018 di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, dari hasil revaluasi tim penilai kalpataru maka dapat disampaikan bahwa penerima kalpataru tahun ini adalah Bapak Joni Hermana dari ITS dan Ibu Siti Retnanik seorang Pengusaha.

Dibuka oleh kepala dinas lingkungan hidup bapak Drs. Eko Agus Supiadi Sapoetro, MM  penganugerahan resmi dibuka, dengan mengundang camat, lurah dan tentunya calon penerima kalpataru kota Surabaya, 

Seperti kalpataru sebelumnya, untuk persyaratan dan criteria tetap  setidaknya peserta harus berkecimpung dibidang lingkungan kurang lebih 5 tahun, mempunyai kreasi dan inovasi tentang lingkungan, turut serta berpartisipasi dalam peningkatan perekonomian warga sekitar.. nah itu adalah secara garis besarnya , dan masih banyak lagi detail criteria yang menjadi nilai positif para calon penerima kalpataru.

Untuk kota Surabaya tahun ini, setidaknya diambil dua terbaik setiap tahun,  ini merupakan kabar baik bagi seluruh warga Kota Surabaya  buat tahun depan, karena mulai tahun depan untuk penerima kalpataru diambil tiga terbaik, dan ini tentu menjadi lebih besar mendapat penghargaan kalpataru.

Berikut calon penerima kalpataru kota Surabaya 2018 :

  • 1.       Joni Hermana (Pembina Lingkungan)
  • 2.       Siti Retnanik (Perintis Lingkungan)
  • 3.       Sahri (Perintis lingkungan)
  • 4.       Sarengat (Perintis LIngkungan)
  • 5.       Suci Wahyu (Perintis Lingkungan)
  • 6.       Nirmala Wahyuni (Perintis Lingkungan)
  • 7.       Supiyah (Perintis Lingkungan)
  • 8.       Sumiyah (Perintis LIngkungan)

Akhirnya dengan pelaksanaan kalpataru tingkat kota Surabaya diharapkan dapat memunculkan generasi penerus yang peduli dan peka terhadap lingkungan, karena kegiatan yang positif selalu didukung pemkot Surabaya, guna meningkatkan dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya arti dari pelestarian lingkungan.