Latar Belakang

Kota Surabaya merupakan salah satu kota besar di Indonesia sekaligus sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur yang terus melakukan upaya pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kota Surabaya yang terletak di bagian utara Pulau Jawa menjadi nilai tambah karena kondisi geografis tersebut merupakan posisi yang strategis serta dapat menghubungkan wilayah Indonesia bagian barat dan bagian timur sehingga Kota Surabaya dijadikan sebagai pusat kegiatan komersial, finansial, perdagangan, informasi, administrasi, sosial, dan kesehatan.

 Laju pertumbuhan penduduk Kota Surabaya yang semakin meningkat disertai dengan peningkatan aktivitasnya menjadi salah satu faktor utama dalam melakukan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan permukiman, lapangan pekerjaan, sarana dan prasarana yang aman dan nyaman, infrastruktur dan utilitas kota  yang terpadu dan efisien, serta pengembangan usaha ekonomi lokal.

Pembangunan yang dilakukan dalam menjawab kebutuhan sosial dan ekonomi secara masif dan ekspansif akan berdampak pada kerusakan lingkungan bila tidak mendapatkan kontrol yang baik dari stakeholder terkait sehingga diperlukan pengawasan serta upaya pengelolaan terhadap lingkungan akibat pembangunan yang dilaksanakan sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan tiga pilar utama, yakni sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Pembangunan berkelanjutan mutlak diperlukan dalam mengantisipasi laju pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya yang akan semakin berkembang agar tetap memperhatikan rambu-rambu lingkungan sehingga perkembangan perekonomian Kota Surabaya berjalan seiringan dengan kualitas lingkungan yang semakin baik.

Dalam meningkatkan kualitas lingkungan, Pemerintah Kota Surabaya melakukan upaya-upaya pengelolaan lingkungan sebagai bentuk kesadaran lingkungan dan respon akibat permasalahan lingkungan yang terjadi dan dikembangkan dalam sebuah sistem informasi lingkungan hidup sebagai bentuk implementasi dari Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 62 ayat 1-3, yang menjelaskan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah mengembangkan sistem informasi lingkungan hidup untuk mendukung pelaksanaan dan pengembangan kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sistem informasi lingkungan hidup dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi dan wajib dipublikasikan kepada masyarakat. Sistem informasi lingkungan hidup paling sedikit memuat informasi mengenai status lingkungan hidup, peta rawan lingkungan hidup, dan informasi lingkungan hidup lainnya.

Sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi publik sekaligus memenuhi kewajiban untuk menyediakan, memberikan, dan atau menerbitkan informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan lnformasi Publik (KIP), maka pada tahun 2017 Pemerintah Kota Surabaya menyediakan informasi dan data-data akurat melalui penyusunan dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD) Kota Surabaya. 

IKPLHD Kota Surabaya merupakan laporan kinerja dari Pemerintah Kota Surabaya dalam mengelola lingkungan dengan dasar analisis kondisi P-S-R (Pressure-State-Response) terhadap lima isu prioritas lingkungan hidup, yakni tata guna lahan, kualitas air, kualitas udara, resiko bencana, dan perkotaan yang memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kualitas lingkungan secara keseluruhan serta upaya yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Surabaya dalam bidang-bidang tersebut dalam menjaga kualitas lingkungan secara komprehensif berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan


Penilaian penghargaan Nirwasita Tantra didasarkan atas dokumen status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD), yaitu Dokumen yang menyatakan kondisi, permasalahan, dan kebijakan dan/atau program yang ditetapkan dan diterapkan oleh Daerah dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup di daerahnya.
 
SLHD  menggambarkan  status  kualitas  lingkungan  yang  terdiri dari   komponen.  Komponen  pertama  meliputi  seluru data yang terkait dengan lingkungan mulai dari air, tanah, udara, hutan. Komponen kedua adalah beban pencemaran dan komponen  ketiga  menyangkut  langkah-langkah  yandiambil oleh pemerintah daerah guna menangani aspek-aspek yanmenyangkut lingkungan tersebut. Tahu2016 Surabaya berhasil memperoleh peringkat I penghargaan Nirwasita Tantra tingkat kota.