INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP

merupakan pendekatan melalui penyederhanaan pengukuran status/kualitas lingkungan hidup yang memudahkan masyarakat awam dan para pengambil keputusan untuk memahaminya sehingga dapat digunakan sebagai bahan perencanaan, implementasi dan evaluasi kebijakan dan arah pembangunan.


PERPRES NO 2 TAHUN 2015  IKLH DALAM RPJMN  2015 - 2019

SASARAN




Meningkatnya kualitas lingkungan hidup, yang tercermin di dalam Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) menjadi sebesar 66,5-68,5 pada tahun 2019



ARAH KEBIJAKAN




Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menyeluruh di setiap sektor pembangunan dan daerah, yang tercermin pada meningkatnya KUALITAS AIR, UDARA dan LAHAN/HUTAN melalui penguatan kapasitas pengelolaan lingkungan yang mencakup:

1.kelembagaan,
2.sumber daya manusia,
3.penegakan hukum lingkungan, dan

4.kesadaran masyarakat

STRATEGI


a.Peningkatan kualitas air melalui:

  (i)   pengendalian pencemaran akibat limbah ke badan air dan kerusakan sumberdaya air;

  (ii)   penurunan beban pencemaran dari limbah domestik;

  (iii)   peningkatan mutu dan kelas air;

  (iv)   pemulihan badan air (danau, sungai, situ, waduk).

b.   Peningkatan kualitas udara melalui:

(i)   pengendalian pencemaran udara dari sektor industri, transportasi dan pertambangan;

(ii)peningkatan upaya penurunan emisi gas rumah kaca;
(iii)pemantauan kualitas udara ambien;
‚óŹ
c.Peningkatan tutupan lahan/hutan melalui:

  (i)   penguatan upaya rehabilitasi hutan;

  (ii)   peningkatan tutupan vegetasi terutama di perkotaan;

  (iii)   rehabilitasi lahan kritis dan terlantar;  

  (iv)   pengendalian kerusakan ekosistem;

  (v)   pemulihan tutupan lahan/hutan, kawasan bekas tambang, kawasan terkontaminasi B3, serta kawasan pesisir dan laut

    Indeksi Kualitas Lingkungan Hidup Kota Surabaya

TAHUN

IPA

IPU

ITH

IKLH

2014

57,24

84,49

34,19

56,91

2015

52,13

83,85

41,24

57,29

2016

54,9

89,57

42,36

60,29