Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya


LAPORAN sosialisasi minyak jelantah bank sampah

Penggunaan minyak jelantah untuk memasak kembali sangat merugikan konsumen karena dalam minyak jelantah banyak mengandung zat karsinogenik atau penyebab kangker. Minyak jelantah adalah minyak goreng yang dipakai untuk menggoreng bahan makanan dalam satu proses penggorengan bahan makanan yang digunakan berkali-kali. Hal ini banyak dilakukan dalam skala rumah-tangga maupun dalam usaha restoran, rumah makan, hotel, industri pengolahan pangan, dan lain-lain. Banyak faktor yang mempengaruhi penggunaan minyak ini terus berlanjut. Salah satunya adalah kurangnya pengetahuan tentang batas berapa kali penggunaan minyak goreng yang masih dibilang aman. 

Menunjuk Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan energi nasional, mengamanatkan Pemerintah dan/ atau Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya wajib melaksanakan Diversifikasi Energi untuk meningkatkan Konservasi Sumber Daya Energi dan Ketahanan Energi Nasional dan/atau daerah dan kebijakan energi nasional merupakan kebijakan Pengelolaan Energi yang berdasarkan prinsip berkeadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan guna terciptanya Kemandirian Energi dan Ketahanan Energi Nasional.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup telah menyusun kajian Tata kelola pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan kembali limbah minyak goreng (jelantah) (terlampir), yang bertujuan untuk mendapatkan Alternatif Mekanisme Tata kelola pengumpulan dan pengolahan dari limbah bekas minyak bekas/jelantah menjadi Bio diesel dan pemanfaatan kembali limbah minyak goreng bekas (jelantah) secara benar dan bertanggung jawab.

Sebagai tindak lanjut melaksanakan kajian tersebut, maka perlu diadakan sosialisasi yang akan memberikan masukan dan pengetahuan kepada para peserta terkait Tata kelola dimaksud yang diharapkan peran serta Bank Sampah yang ada di Kota Surabaya dapat menjadi pengumpul limbah bekas minyak bekas/jelantah secara benar dan bertanggung jawab.

Selanjutnya : klik disini